Hampir semua kode dalam CMS (Content Management
System) yang menggunakan bahasa PHP akan diawali dengan tag Dalam
banyak kasus, kesalahan penulisan kode atau tag php, entah itu karena
tidak ada penutup tag, kurang tanda titik dua ( ; ) , dan tidak terbatas
pada kesalahan penulisan nama fungsi, akan membuat masalah besar pada
desain dan tampilan yang digunakan oleh CMS.
PHP, yang merupakan bahasa pemrograman berbasiskan
atau dijalankan di server ( Server Side Programing ) cukuip rentan akan
masalah pemanfaat celah keamanan. Untuk itu di sebagian besar CMS yang
mempergunakan bahasa PHP murni sebagai template tag akan meng break
operasi jika ditemukan kesalahan atau error.
Dan karena ini, maka jika
ada kesalahan penulisan seperti diatas, tampilan desain akan kacau,
karena CMS hanya akan menerbitkan pesan kesalahan saja, dan tanpa
tampilan desain sama sekali pada baris kesalahan yang ditemukan.
WordPress,
Joomla, Hambari, Textpattern dan CMS lainnya walaupun juga dibangun
oleh PHP, namun pada Textpattern memiliki fungsi untuk meng skip
kesalahan dan tidak akan menampilkannya pada desain atau tampilan web
kita.
Dengan catatan bahwa fungsi yang di maksud tidak akan di eksekusi. Lalu bagaimana kita tahu jika fungsi tersebut ada masalah?
Textpattern memiliki sebuah istilah dan fitur yang
sering disebut dengan status produksi atau Production status. Yaitu
Live, Testing, dan atau Debugging.
- Live artinya bahwa situs dalam keadaan siap di publikasi, dengan catatan bahwa seluruh error message akan di skip dan tidak ditampilkan.
- Testing bisa digunakan jika kita sedang mencoba membuat template baru. Memasang plugins, dan mengorganisasikannya. Dalam mode ini semua error message akan ditampilkan, beserta bantuan dimana letak kesalahan.
- Debugging biasanya digunakan untuk mengdiagnosa masalah didalam Textpattern, entah itu disebabkan oleh plugin atau modifikasi file inti.
Tentu saja dalam mode ini semua pesan kesalahan akan ditampilkan, juga di sertakan fungsi tag_trace untuk melacak kesalahan dan letaknya dimana.
Banyak orang berkata bahwa semua mesin blog sama,
desain hanya dipengaruhi oleh CSS dan HTML! bukan karena CMS nya.
Mungkin, walau 1% tapi CMS berpengaruh banyak dalam kemudahan , dan
peningkatan kreatifitas seorang desainer dalam membuat template.
Untuk itu sebelum memilih sebuah CMS untuk situs apa
saja, perhatikan fitur – fitur yang bisa digunakan untuk membangun
template. Kecuali untuk yang fanatik dan punya kemampuan lebih untuk
meng oprek mekanisme template CMS, maka mereka adalah pengecualian.
Seperti halnya WordPress, Habari mempergunakan bahasa
PHP murni untuk membangun templatenya. Namun dengan bantuan plugins
smartypants, pengguna Habari bisa membuat themes dengan mempergunakan
template yang lebih mudah.
Sumber : http://budi.akmi-baturaja.ac.id






Tidak ada komentar:
Posting Komentar